Kuliner Khas Betawi : BIJI KETAPANG


foto : gobetawi.com

Dari mana? Dari jakarta. Oleh-olehnya mana? Emang apaan oleh-oleh dari Jakarta? hmm... DVD film bajakan!

Euww.. sering banget Mae dengar petikan percakapan diatas. Banyak banget yang ngga tau di Jakarta tuh ada apaan aja yang ciamik. Baik itu destinasi wisata maupun kuliner khas Betawi. Ya mau gimana lagi. jakarta sudah terlalu campur aduk. Berbagai makanan seantero Nusantara dan Mancanegara hampir dapat kita temukan di Jakarta. Kuliner asli Jakarta malah jadi tersingkirkan deh.

Trus apa yang bisa kita lakukan? Nih, mae lagi melakukan sesuatu : NULIS BLOG! hahaha.. yaiyalah. Mudah-mudahan tulisan ini  bisa lumayan lah jadi salah satu referensi kuliner Betawi.

Betawi punya kuliner andalan seperti Kerak telor, Asinan Betawi, Gemblong, Akar Kelapa, Biji Ketapang, dan masih banyak lagi.

Kali ini Mae akan memberikan sedikit informasi tentang biji ketapang. Kuliner ini semacam cemilan yang biasanya disuguhkan saat lebaran. Rasanya manis, gurih, dan renyah. nah, point renyah ini dicatet yaa.. Soalnya kalau ngga mahir, kebanyakan biji ketapang keras. Bahkan sangat keras sampai memakan korban gigi yang patha, hahaha... Tapi biji ketapang yang renyah itu enaaakk banget!

Kenapa namanya biji ketapang? Ya cinta aja kali sama pohon-pohonan. Mungkin bentuknya dikira mirip ma biji-bijian. *jawab ngasal :p


Terbuat dari apakah kue biji ketapang itu? Kira-kira beginilah resepnya :)

Bahan-Bahan:

1. 500 gram tepung terigu
2. 200 gram gula pasir
3. 150 gram kelapa parut,sangrai
4. 2 butir telur
5. 200 ml santan ( kara 65 ml dicampur air sampai 200 ml )
6. 100 gram margarin
7. Vanili secukupnya
8. Garam secukupnya

Cara Membuat:

Di mangkuk besar campur tepung terigu, tepung maizena, tepung sagu, gula, kelapa sangrai, garam dan vanili lalu aduk hingga rata.

Panaskan santan, aduk hingga mendidih, kemudian masukkan mentega lalu aduk terus hingga mentega cair. Sisihkan.

Buat lubang ditengah-tengan campuran tepung, masukkan telur, aduk rata dengan menggunakan spatula atau sendok kayu, lalu masukkan santan dan mentega panas.

Aduk hingga adonan menjadi kalis.

Bagi adonan menjadi beberapa bagian, gilas adonan hingga agak pipih ketebalan sekitar 1 cm.  Kemudian potong memanjang dengan lebar 1 1/2 cm, gunting-gunting adonan dengan posisi miring selebar 1 cm. Taburi dengan tepung agar tidak lengket.

Goreng adonan di dalam minyak panas hingga kuning keemasan. Angkat dan tiriskan dengan menggunakan kertas koran atau tissue

sumber : http://jakartakuliner2.blogspot.co.id/

Nah, jadi kalau sulit menemukan toko yang menjual kuliner ini, sahabat Mae bisa membuat sendiri di rumah. Dengan begitu, kita telah turut serta melestarikan kekayaan kuliner warisan nenek moyang kita ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar