Pacu Adrenalin Menuju Telaga Madirda Karanganyar



Setelah sedikit drama di pagi hari, Mae dan Michael akhirnya memutuskan untuk mencari kitab suci ke barat  ke arah timur untuk mencari durian dan hammocking, main ayunan
Rencana tinggallah rencana. ga ada durian dan ga ada pohon ideal buat ikat ayunan :'(

Nanana... dengan berbekal aplikasi google map, kami menuju TELAGA MADIRDA yang terletak tidak jauh dari air terjun jumog di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Alasannya sederhana aj sih. Karena kami belum pernah ke telaga itu :D 

Hey! salam kenal, namaku Buni :)
Dudududu... dan drama pun berlanjut. Ternyata rute yang direkomendasikan google map lumayan ekstrim. Tanjakan curam dengan jarak yang cukup bikin motor kami terengah-engah *yakalee motor bisa terengah-engah :p Lalu Mae diusir dari motor disuruh jalan kaki. Hiyaaa..  kuat kok kuat...selangkah.. dua langkah.. enteng... loh loh kok michael udah ga kelihatan.. loh ini ternyata jauh ya jalan kaki najak gini kok langsung capek banget ya.. trus gue pingsan Mae memotivasi diri, pasti bisa! *singsingkan lengan, ciaaattt*
Istirahat sebentar. Makan apel. Lalu mendung :’(


Mae dan Michael melajutkan perjalanan yang entah sampai kapan ini semua akan berakhir L Akhirnya kami melihat penunjuk arah yang menandakan TLOGO sudah dekat. Hurrraayyyy!!!

dari jalan utama, belok kanan masuk gang ini yaa..
Cukup membayar biaya parkir kendaraan saja sebesar Rp.2000. kita bisa menikmati eksotisme telaga ini. Tapi sayang saat Mae kesana sedang ada kerja bakti perbaikan jalan dan sound system keras sekali menyetel lagu-lagu dangdut.


Ada banyak ikan kecil warna-warni di telaga ini. Tetapi pengunjung tidak diperkenankan untuk menangkapnya. tuhhh... tulisan peringatannya ada dimana-mana.


Cekrak cekrek bentar. Cantik dikit cantik banyak cantik banget.  Lalu hujanpun turun dengan syahdu. Lalu Mae dan Michael nari-nari India sambil hujan-hujanan  berteduh di tenda biru penjual sate ayam *emang udah laper sih... Ada kejadian tak terduga di tenda biru ini, hiks. Ceritanya Mae di hisap vampir, eh lintah dink :p

Woaaa.. walaupun nunggu makanannya lama *padahal ga antri* tapi porsinya cukup banyak. harganya juga manusiawi. Rp.10.000 per porsi sate ayam 10 tusuk plus lontong. rasanya standar :)



Dengan kecepatan sekitar 60km/jam waktu tempuh dari rumah Mae ke Telaga Madirda sekitar 90 menit. Termasuk muter-muter di Karanganyarkota yang jalan utamanya masih dipakai car free day.


Telaga Madirda tidak terlalu luas kok. Kalau kita jadi penduduk setempat, mungkin kita akan menganggapnya seperti empang aja gitu. widiihh, jangan salah, airnya jernih dan available klo mau berenang-renang ditepian ^_^

yang pasti available buat foto-foto juga kan :p
Kalau mau ke telaga ini, bisa loo dalam satu hari sekalian ke air terjun jumog dan air terjun parang ijo. Ada juga Goa Sari, tapi Mae belum pernah kegoa itu.

Jalan-jalan dan menjadi bahagia itu ga harus mahal ya gaeess... nih total pengeluaran Mae dan Michael kali ini cuma Rp.47.000, jadi kalau perorang tinggal dibagi dua aja yaa...
Bensin Rp. 20.000.
Parkir   Rp.  2.000.
Makan  Rp.23.000.
Cimol   Rp.  2.000.

pencitraan lagi ahh :)


Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan di lokasi wisata. Utamakan keselamatan saat selfie.
Jangan lupa bahagia :)

BACA JUGA


Tidak ada komentar:

Posting Komentar