Pantai Parangtritis Yang Romantis dan Transportasi Umum Menuju Kesana


Sudah lama sekali tidak ke Pantai Parangtritis, Bantul, DIY. Namanya yang terlalu mainstream sebagai destinasi pantai di Jogja bikin males aja kalau mau kesana. Terbayang Pantai yang ramai turis dari berbagai kota yang suka buang sampah sembarangan. Terbayang banyaknya pedagang asongan dan warung tenda di sana-sini.

Sampai akhirnya dalam rangka #libur9hari di Bulan September 2015 ini, Mae ke Pantai Parangtritis bersama keponakan dari Jakarta, Randy dan Rudy. Turut serta menemani kami dalam perjalanan ini adalah Suhu Jack, Bacpacker senior niyy *salim duyu kak*
                            
ombaknya gede loh :(
Terpatahkan semua bayangan awal tentang pantai parangtritis yang bikin males. Ternyata Bagus kok! Garis pantainya panjang. Relatif sepi, mungkin karena kami datang di weekday. Pedagangnya juga ga terlalu agresif. So far so good.

nyolong foto orang yg lg pacaran, hihihi.. maap ya kak :)
Om Jack, Randy dan Rudy berjalan teruuusss sampai ke bukit. Mae? Ya Tuhan, udah mau pingsan! *melambaikan tangan*

Panas yang terik, Mae memutuskan untuk sendirian aja duduk di bawah payung yang berjejer di pantai. Tengok kanan kiri. Ada sepasang manusia, yang betina bobok di pangkuan yg jantan. Intim banget. Bikin iri *eehh...  wish you were here *kode



Beberapa jam sebelumnya...

Mae, Randy, dan Rudy berangkat dari rumah sekitar jam 07.30. naik motor ke Terminal Tirtonadi, Solo. Kalau masuk ke ruang tunggu terminal itu bayar Rp.500/orang. Di dalam terminal yang nyaman walaupun AC-nya masih banyak yang dimatiin, kami sarapan sambil menunggu Om Jack.

Sekitar jam 08.30. kami naik bus jurusan Cilacap yang lewat Jogja. Bus-nya bagus. Bersih wangi sejuk, tapi relatif mahal dibanding bus lain. Solo-Jogja Rp.20.000 :(

Sekitar jam 10.30. kami sampai di Terminal Giwangan Jogja. Terminalnya ngga sebagus di solo. lalu kami berjalan ke tempat menunggu Bus kecil ke Parangtritis. Ada tulisannya kok, jangan takut nyasar :p

Menunggu bus ini lamaaaaaa banget. sekitar 1 jam kayaknya. Ketika Bus sudah datang pun, sopirnya makan dulu. Lamaaaaaa lagiiii.... dan yang bikin ehm adalah Busnya luar biasa bau. Bau ga jelas. Bau yang bikin mual. Perjalanan dengan Bus ini lebih dari 2 jam ke Pantai. Tarifnya Rp.20.000. Jadi kami sampai pantai sekitar jam 14.00. sedangkan Bus terakhir dari Pantai yang kembali ke jogja itu Jam 16.00. Coba hitung kami cuma punya waktu berapa jam di pantai? Pengalaman itu memang mahal yaa :D

Bus kecil dari Terminal Giwangan Jogja ke Pantai Parangtritis
Pemberhentian Bus di parangtritis tidak jauh dari pantai. Kalau kamu melihat ada Tugu kayak di foto, nah... tinggal jalan aja sekitar 100-200 meter. Sepanjang jalan banyak penjual oleh-oleh dan penginapan murah meriah.


Tips dari Mae, 
Pantai Parangtritis tidak terlalu jauh dari Kota Jogja, jadi lebih baik kamu sewa motor atau patungan sewa mobil saja daripada naik transport umum. Jalannya juga sudah cukup baik dan mudah dilalui. Kalian ga perlu takut medan terjal atau jalan-jalan kampung yang kayak labirin kok. Ngga ada! Jadi mending bawa kendaraan aja ya.. Tips ini keluar dari hati yang paling dalam :)

Tapi kalau kamu memang pecinta Transportasi umum dan mau cari pengalaman sih okelah mencontoh apa yang kami lakukan. Seru juga sih.

Yang penting tetap utamakan keselamatan dan jaga kebersihan. Stop berbuat mesum di pantai!

Jangan lupa bahagia :)





5 komentar:

  1. Rasane kepingin nangis yen kelingan Parangtritis... ning ati koyo diiris... *nyanyi

    BalasHapus
  2. Ayo kita balik lagi dan bikin kenangan yg manis :)

    BalasHapus
  3. Ayo kita balik lagi dan bikin kenangan yg manis :)

    BalasHapus
  4. Duch jangan sampai buang sampah sembarangan, mari kita jaga bersama kebersihan nya

    BalasHapus
  5. haaaa... ada Kak Toro <3
    aku terharuuu

    BalasHapus