Rumah Kamera dan Gereja Merpati yang Misterius di Magelang



Magelang bukan cuma punya candi borobudur saja. Untuk pecinta wisata urban seperti Mae gini, rumah kamera dan Gereja Merpati termasuk destinasi yang diidamkan sejak lama.

Kalau temanku penulis, Ayun Qee, pernah bilang : kalau kita sungguh-sungguh dengan keinginan kita maka seluruh alam akan memberi dukungan.

Tembakau yang dijemur menjadi pemandangan di perjalanan
Untuk Mae yang cuma apalah-apalah, buta arah, ga bisa berkendara, dan ga berani kemana-mana sendirian. Tapi Tuhan pasti akan mengirimkan pertolongan, salah satu caranya mempertemukan dengan teman jalan yang menyenangkan :)

Magelang akan lebih dekat ditempuh dari Jogja dibandingkan dari rumah Mae di Boyolali. Jadi sabtu pas ada acara ulang tahun di kantor, Mae menumpang mobil kantor yang kembali ke Jogja sore hari. Mae akan bermalam di Jogja agar minggu pagi bisa ke Magelang.

Hasil browsing cukup bagi kami untuk punya bayangan dimana kira-kira letak Rumah kamera. Ah, gampang sekali kok arahnya! Pokoknya sahabat Mae tinggal cari saja candi borobudur, paling cuma 10 menit naik motor. Nah, buktikan keramahan warga Magelang saat kita bertanya. Benar-benar ramah! *kecup orang magelang atu-atu :*

Rumah unik berbentuk kamera merupakan galeri lukisan dan benda seni lain. Tiket masuk 5K. Tapi pasti kamu akan ditawari paket 50K yang termasuk tiket terusan ke tempat selfie 3D, gembok, dan souvenir.




Kita bisa naik terus sampai atap rumah kamera dan menikmati pemandangan alam yang indah. Daaannn lebaynya, di rooftop ini ada jejeran gembok cinta. Kalau mau lucu-lucuan gembok-gembokan ma pacar boleh lah yaa beli tuh gembok dg harga 15K. Mae mah ogaaahhh... :p

gembok cintanya masih sedikit :D

pemandangan dari atas rumah kamera

salah satu koleksi lukisan di rumah kamera


Waktu yang sangat terbatas bikin Mae ga bisa lama-lama di rumah kamera. Cuzz.. kita harus segera mengunjungi Gereja Merpati, atau warga sekitar menyebutnya Gereja Ayam.

Letaknya juga tidak jauh dari Candi Borobudur. Tepatnya di atas Bukit Rhema. Penunjuk arah di jalan pun cukup jelas kok.




Walaupun namanya Gereja, tapi bangunan tua ini pernah di fungsikan untuk kegiatan sosial lain.

Berikut ini info yang Mae dapat dari http://www.putrinyanormal.com/2015/04/bukit-rhema-dan-gereja-misteriusnya.html

Bangunan ini tidak hanya diperuntukkan bagi umat Kristen melainkan sebagai pusat rehabilitasi bagi anak-anak yang kekurangan fisik, orang ketergantungan narkoba, orang kurang waras, dan para anak muda yang punya masalah, fakta keaktifan pondok ini saya temukan di salah satu website yang bisa kalian cek disini. Namun sayangnya masih banyak warga sekitar dari desa Kembang Limus dan Karangrejo yang resah dan berfikiran bahwa banyak perbuatan maksiat yang dilakukan didalam bangunan tersebut. 

Pengelola akhirnya menutup rumah doa & pondok rehabilitasnya dikarenakan kekurangan biaya dan dukungan pada tahun 2000. Saat ini bangunan tersebut dialih fungsikan sebagai destinasi wisata sejarah untuk menarik minat para wisatawan yang haus akan sejarah. Ketika hari menjelang siang, kini Bukit Rhema selalu dipenuhi oleh wisatawan yang datang untuk mengagumi kemegahan dan kemisteriusan bangunan ayam raksasa ini. Sayangnya tidak ada guide ataupun media di sekitar bangunan yang dapat memberikan informasi mengenai fungsi dan sejarah bangunan secara jelas. 

Mae sampai di Lokasi ini masih cukup pagi dan relatif sepi. Dari tempat parkir kendaraan, pengunjung harus berjalan kaki menempuh jarak sekitar 150 meter dengan jalan menanjak yang cukup terjal. Kalo yang ga biasa tracking kayak Mae gini sih lumayan ngap-ngapan, hahaha.

Tapi ya gimana... namanya cinta. Bangunan tua, terbengkalai, misterius... seolah-olah punya magnet tersendiri. Sangat menarik untuk di kunjungi!

Sayangnya banyak vandalisme. Aduh jangan dong.. kasian bangunannya.. Lo kira klo nama lo ada di coretan gitu jadi keren gitu??? *gemes*

Menjelang tengah hari, pengunjung cukup ramai. Pengunjung juga dapat naik ke puncak gereja dan menikmati pemandangan dari paruh si Merpati.

Sebaiknya sahabat Mae ke destinasi ini pagi hari aja, biar masih adem dan ga terlalu rame. Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan.

Jangan Lupa Bahagia :)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar